Gotong Royong, Jati Diri Petambak Udang di Rawajitu Timur
Budaya gotong royong adalah budaya di mana sebuah pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Panen udang, salah satu kegiatan petambak di wilayah Kecamatan Rawa Jitu Timur yang dalam prosesnya melibatkan kerjasama banyak orang.
Udang vannamei (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas utama perikanan budidaya yang ada di Kecamatan Rawajitu Timur. Hampir sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petambak budidaya udang. Selama puluhan tahun ribuan petambak menggantungkan hidupnya pada hasil budidaya udang vannmei.

Panen udang vannamei biasanya diadakan di pagi hari, waktu yang tepat agar udang tidak perlu terkena panas terik matahari. Udang yang terlalu kering karena panas matahari akan berpengaruh terhadap daya jualnya. Diawali dengan pemasangan pompa sedot air, panen dimulai guna mengurangi debit air tambak. Ketika air di tambak sudah kering, para petambak mulai terjun ke dalam tambak untuk menangkap udang menggunakan jala. Di sinilah proses gotong royong sesungguhnya yang terjadi di setiap tambak di Kecamatan Rawa Jitu Timur. Ada yang menjala udang, ada yang menarik keranjang berisi udang ke atas tambak, ada yang memindahkan udang ke dalam peti es, adapula bagian masak memasak untuk konsumsi selama panen berlangsung.
Budaya ini telah berlangsung selama puluhan tahun di pertambakan ex PT. Aruna Wijaya Sakti. Namun sudah setahun terakhir banyak petambak yang gagal panen. Tak pelak gotong royong yang dulunya dilakukan dengan ceria dan hati senang, kini seakan menjadi momok bagi petambak. Karena jika dipanen pun bukan untung yang didapat melainkan buntung, akibat udang sudah mati di kisaran DOC 20 – 45 hari.

Penyakit udang memang sedang naik daun, banyak tambak yang dikuras. Tapi masih ada juga petmbak dengan panen udang normal. Seperti panen yang baru saja diadakan di tambak milik Wayan, salah satu petambak sukses di Kampung Bumi Dipasena Utama. Di saat maraknya gagal panen akibat serangan hama penyakit, tambak milik Wayan masih dapat meraup panen udang hampir satu ton, umur udang 80 hari dan size 45.
Wayan mengatakan tak ada perlakuan yang berbeda dalam berbudidaya. “Benar, tidak ada tips khusus. Sama seperti petambak lainnya, pakan, cek anco, nyipon. Saya hanya fokus saja berbudidaya.” (RE)
Tinggalkan Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh admin