Berita Desa
Musyawarah Kampung Bumi Dipasena Utama: Penetapan RAPBKam dan Fokus Prioritas Dana Desa Tahun Anggaran 2024
IRFANDY AHDIWIJAYA
22 Januari 2024
234 Kali Views
Pada Hari Senin, 22 Januari 2024, pukul 10:00, Kantor Desa Bumi Dipasena Utama menjadi saksi terlaksananya Musyawarah Kampung, Penetapan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (RAPBKam) Tahun Anggaran 2024. Acara yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di lingkungan desa ini bertujuan membahas dan menyepakati prioritas penggunaan Dana Desa untuk tahun 2024.
Dalam ruang rapat yang dipenuhi wakil-wakil dari seluruh lapisan masyarakat desa, terlihat kehadiran Safarudin selaku Kepala Kampung, Hartoni sebagai Sekretaris Kampung, Joko Ardiyono yang menjabat sebagai Kaur Tata Usaha dan Umum, Heribertus Supangat selaku Kasi Pelayanan dan Kesejahteraan, serta Wisnu Eka Pradana yang memegang peran sebagai PLD (Pendamping Lokal Desa). Selain itu, anggota Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) yang dipimpin oleh Imronsyah dan Ketua BPI, Gunawan, juga turut hadir. Tak ketinggalan, perwakilan dari Rw dan Rt Kampung Bumi Dipasena Utama turut mengikuti musyawarah ini.
Isi acara Musyawarah Kampung kali ini membahas dengan mendalam mengenai Prioritas Penggunaan Dana Desa. Adapun poin-poin yang menjadi fokus utama dalam alokasi dana tersebut adalah:
1. Penanganan Kemiskinan Ekstrim (25%): Dana desa sebesar 25% akan dialokasikan untuk penanganan kemiskinan ekstrim di tengah masyarakat desa. Langkah ini diharapkan dapat memberikan bantuan dan solusi konkret bagi warga yang berada dalam kondisi ekonomi yang sulit.
2. Ketahanan Pangan (Pembelian Bibit Ikan dan Tanaman Alpukat): Menghadapi dampak ekonomi yang terjadi, fokus penggunaan dana juga mencakup ketahanan pangan. Dana desa akan digunakan untuk pembelian bibit ikan dan bibit tanaman alpukat yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat, membantu mereka dalam mengelola sumber pangan secara mandiri.
3. Penyertaan Modal Bumkam/Bumdes: Seiring dengan semangat pengembangan usaha di tingkat desa, dana desa juga akan disalurkan untuk penyertaan modal Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam/Bumdes). Tujuannya adalah memajukan sektor usaha di desa dan menciptakan lapangan pekerjaan.
4. Penanganan dan Pencegahan Stanting: Mengurangi risiko dan dampak dari stanting menjadi salah satu prioritas. Langkah preventif dan penanganan terhadap stanting diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap kesehatan masyarakat, mengurangi beban pelayanan kesehatan desa.
5. Operasional Pemerintahan Desa (3%): Sejumlah dana juga akan dialokasikan untuk memastikan operasional pemerintahan desa dapat berjalan lancar. Ini termasuk dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan keberlanjutan administrasi desa.
Bapak Kepala Kampung, Safarudin, menyampaikan pentingnya Musyawarah Kampung sebagai wadah untuk menyusun program-program yang dapat dijalankan dengan optimal oleh masyarakat. Sementara itu, Bapak Joko Ardiyono menekankan bahwa Program Ketahanan Pangan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi dampak ekonomi yang sedang terjadi di Kampung Bumi Dipasena Utama.
Dengan kerjasama yang solid dan partisipasi aktif dari berbagai unsur masyarakat, diharapkan RAPBKam ini dapat menciptakan perubahan positif dan meningkatkan kesejahteraan bersama di Kampung Bumi Dipasena Utama.
(IR/RI)
Tinggalkan Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh admin